Perusahaan tersebut, yang berlokasi di sebuah kota di wilayah Kanto, dapat disebut sebagai "bisnis keluarga." Dengan sang ayah sebagai presiden, putra-putranya sebagai karyawan, dan ibu tirinya sebagai direktur, seluruh keluarga bekerja keras setiap hari. Namun, putra sulung terus-menerus membuat kesalahan di tempat kerja, dan ditegur setiap hari oleh ayahnya, baik di tempat kerja maupun di rumah. Pesona ibu tirinya yang memikat, yang dengan lembut menyemangatinya di saat-saat sedihnya, akhirnya memicu perselingkuhan terlarang: sebuah "hubungan sedarah di kantor"...