Fumina menyaksikan dengan takjub saat air mani keluar dari dirinya. - - Orang lainnya adalah pacar putriku yang berusaha menangkap Fumina saat dia sendirian di rumah. - – Tidak dapat menahan kekuatan pemuda itu, dia terpaksa masuk ke dalam dirinya. - - Pada saat itu, alih-alih marah atau sedih, yang terlintas di benakku adalah perasaan bersalah terhadap putriku. - - Demi putriku, lupakan apa yang terjadi hari ini. - - Dengan tekad itu, Fumina kembali ke kehidupan sehari-harinya. - - Namun, tubuhnya terasa sakit sejak dia mengetahui bahwa pemuda itu lebih tertarik padanya daripada putrinya. - - Sebelum dia menyadarinya, Fumina mulai menantikan hari dimana pacar putrinya akan berkunjung lagi.