Suara anak itu dapat didengar melalui dinding...<br /> Dari balik dinding, aku bisa mendengar panggilan telepon panjang dari seorang wanita kantoran lajang. "Ah, aku tak sabar menunggu Kazuki memelukku erat... Kita bahkan belum sempat berkencan akhir-akhir ini... Aku pasti akan berhenti kerja kalau kita menikah nanti, jadi tolong dukung aku."<br /> "Ichika, bukan... bukan dia... akulah yang akan kau nikahi..."